Notice: Trying to get property 'user_login' of non-object in /srv/users/serverpilot/apps/undangan/public/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-utils.php on line 26

Notice: Trying to get property 'user_login' of non-object in /srv/users/serverpilot/apps/undangan/public/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-utils.php on line 26

Notice: Trying to get property 'display_name' of non-object in /srv/users/serverpilot/apps/undangan/public/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 152

Notice: Trying to get property 'user_email' of non-object in /srv/users/serverpilot/apps/undangan/public/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 230

Notice: Trying to get property 'display_name' of non-object in /srv/users/serverpilot/apps/undangan/public/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/schema/class-schema-person.php on line 236

9 Hal yang Dirasakan Perempuan di Hari Pernikahan

Kita semua dapat memperkirakan bagaimana perasaan seorang perempuan pada hari pernikahannya. Pasti tidak jauh-jauh dari rasa bahagia yang membuncah, harap-harap cemas mendengarkan ijab kabul, dan pasti dipenuhi bunga-bunga cinta. Ah, betapa indahnya pernikahan.

Kenyataannya, apa yang dirasakan oleh perempuan pada hari pernikahannya bisa meleset dari apa yang dibayangkan. Oke, pada hari itu perasaan bahagia, berbunga-bunga, dan segala perasaan baik lainnya memang nyata dan bercampur jadi satu dalam diri seorang pengantin perempuan.

Ia pun sudah merasa lengkap dengan segala persiapan hari-H. Mulai dari baju pengantin, dekorasi, catering, tamu undangan, hingga penghulu sudah beres. Sisanya hanya harap-harap cemas menyaksikan pergerakan jarum jam di dinding.

Namun, kebanyakan perempuan luput memikirkan dan mempersiapkan diri mereka sendiri ketika berlangsungnya acara pernikahan. Meskipun jarang diperlihatkan ke publik, setidaknya beberapa hal umum yang akan dirasakan oleh perempuan pada hari pernikahannya.

Kamu laki-laki? Tak apa intip ulasan berikut supaya kamu bisa memahami perasaan calon istri. Kamu perempuan? Inilah hal-hal yang sangat mungkin kamu rasakan pada hari pernikahan.

1. Lemah, Letih, Lelah, Lesu, Lunglai. Sangat Menguras Energi

Meskipun pada hari-hari biasa kamu tidak pernah punya masalah dengan urusan semacam susah-memejamkan-mata, namun pada hari istimewa itu kamu bisa mendadak bangun pagi dengan kondisi seperti kemarin-baru-saja-tertabrak-truk.

Pada salah satu hari bersejarah dalam hidup, kamu merasa benar-benar di luar kendali. Tubuhmu seakan tidak lagi patuh pada perintahmu. Mungkin hal ini akumulasi dari kelelahan-kelelahan hari-hari sebelumnya yang mana kamu sibuk ke sana-sini mempersiapkan hari-H.

Tetapi tidak perlu khawatir, seiring dimulainya acara, mendapati para tamu yang semakin memenuhi ruangan, mendengarkan syahdunya lagu-lagu pengiring, serta dukungan kekuatan dari keluarga, kondisi tubuhmu akan kembali fit.

Kamu tidak lagi merasakan kantuk dan semua lelah terbayar ketika penghulu telah mengesahkan hubunganmu dengannya. Ada baiknya, ketika para tamu undangan sedang makan, kamu juga mengisi perutmu meskipun hanya dengan secangkir kopi. Ini akan membuat tenagamu terjaga.

2. Hipersensitif, Amat Sangat Perasa

Senggol dikit, nangis! Hal ini sangat normal bagimu yang sedang mempersiapkan hari paling bersejarah dalam hidup. Bukan hal yang aneh ketika kamu tiba-tiba menjadi sosok yang mendayu-dayu. Kamu hanya mengalami peningkatan emosi akibat stres berkepanjangan selama persiapan hari-H.

Sedikit bentakan dari sahabat yang peduli padamu, sedikit omelan ibu, dan sedikit tatapan ayah, mampu membuatmu ingin menangis di sudut kamar. Tidak apa-apa. Ini normal. Para pengantin wanita di seluruh dunia pernah mengalaminya.

3. Mual, Mendadak Seperti Ada Sesuatu yang Mengoyak Perut

Kombinasi dari kegembiraan yang meluap dan kegugupan yang melonjak membuatmu merasa ingin membuang jauh-jauh setiap makanan yang ada di depanmu.

Tentu saja hal ini melawan keinginan orang-orang yang terus-menerus menyarankan dirimu untuk makan barang sesuap nasi atau selembar roti. Permen pelega tenggorokan atau permen jahe mungkin mampu membantumu dalam kondisi seperti ini.

Tenang saja, perasaan mual ini akan berangsur hilang ketika kamu mulai memasuki ruang tempat diadakannya ijab kabul hingga bertemu dengan suamimu.

4. Kurang Fokus, Konsentrasi Buyar

Jika bisa, kamu ingin membelah diri seperti amoeba. Dengan demikian kamu bisa bercengkerama dengan teman, menyambut karib kerabat, atau berakrab ria dengan mertua dalam satu waktu. Realitanya, ketika kamu baru saja bercakap-cakap dengan teman lama, pundakmu ditepuk dari belakang oleh bibi yang tinggalnya jauh di luar kota.

Semua orang berlomba-lomba mengucapkan selamat kepadamu. Meskipun terdengar biasa, ucapan terima kasih darimu bermakna lebih jika disertai dengan senyuman yang paling tulus. Lagi-lagi ini hal super normal bagi seorang pengantin perempuan di hari pernikahannya.

5. Kewalahan, di Antara Riuh-Ramai Acara

Berada di acara pernikahanmu sendiri membuatmu merasa seperti di alam mimpi atau dunia lain. Seperti misalnya, Wah! Itu teman kuliahku! Dan itu pamanku! Lalu itu teman sepermainanku yang paling karib! Atau, Luar biasa, akhirnya aku mengenakan baju pengantin!

Kamu mungkin merasa melayang seperti di awang-awang, seperti berada di negeri kahyangan. Tenangkan dirimu dan tetap fokus. Ingat, kamu masih menginjakkan kaki di bumi. Sedikit meluapkan kegembiran tidak masalah. Bagaimanapun juga, ini hari pernikahanmu.

6. Khawatir, Pada Detil Acara

Ketika acara inti seperti ijab kabul dan penyerahan mahar telah rampung, detik itu kamu mulai khawatir tentang hal-hal kecil yang mendukung kelancaran acara. Melihat banyaknya tamu undangan yang datang, bisa jadi kamu was-was jumlah makanan yang kamu pesan di catering ternyata tidak mencukupi kebutuhan.

Melihat langit yang sedikit mendung, matahari entah ke mana, kamu bisa tiba-tiba berpikir hujan akan menghalangi orang-orang untuk hadir dalam hari bersejarahmu. Ingat, hakikat turunnya hujan adalah rahmat. Maka tetap tenang, dan nikmati acara pernikahanmu.

7. Salah Tingkah, Mendadak Jadi Pusat Perhatian Semua Orang

Pengantin perempuan adalah ratu dalam sehari. Dandanannya, pakaiannya, hingga perhiasannya dibuat sedemikian rupa hingga mencerminkan sosok ratu di antara para tamu undangan. Oleh karena itu mau tidak mau kamu juga harus bertingkah laku layaknya ratu, yang anggun, bijak, dan jadi panutan rakyat.

Seluruh mata akan tertuju padamu. Gerak-gerikmu dipantau oleh setiap orang. Juga, orang-orang akan sibuk memuji kecantikanmu. Ibarat artis papan atas, kehadiranmu dinantikan dan srmua orang berebut menjabat tanganmu.

Wajar jika kemudian kamu merasa salah tingkah sebab tidak biasanya kamu diperhatikan sedemikian rupa oleh orang banyak.

8. Dilema, Ingin Waktu Berputar Lambat Sekaligus Segera Berlalu

Pada saat itu kamu akan mengerti bagaimana teori relativitas waktu bekerja. Kamu ingin waktu melambat agar keceriaan setiap orang bertahan lama. Jika bisa, kamu ingin menghentikan waktu dan momen bahagia itu akan terus kamu rasakan hingga akhir hayat.

Kamu merasa sayang jika senyum-senyum yang mengembang terpaksa harus dicabut dari wajah para hadirin. Namun, tubuhmu tidak bisa dibohongi. Kaki, tangan, pundak mulai pegal. Mereka butuh istirahat. Kamu pun merasa ingin waktu segera berakhir sehingga kamu bisa rebahan menyelonjorkan kaki.

Waktu menjadi lentur hari itu. Satu jam terasa seperti satu menit. Satu menit terasa seperti satu jam. Ah, dilema!

9. Rindu, Ingin Segera Bertemu Dengan Si Dia

Terutama jika keluargamu pemegang adat yang teguh, dapat dipastikan kamu akan lama tidak bertemu dengan calon suami. Setidaknya sebulan sebelum hari-H biasanya calon mempelai dilarang bertemu.
Lalu tibalah hari itu. Akhirnya kamu bisa bertemu dengannya.

Detik-detik pertemuan itu terasa menegangkan. Rasa rindu telah mengisi seluruh hatimu. Apalagi jika calonmu berasal dari kota yang berbeda darimu dan baru berangkat ke tempat acara pernikahan pada hari-H itu juga.

Penghulu telah memberi kode kepada keluargamu bahwaia sudah siap menikahkanmu dengannya. Namun si dia tak kunjung datang. Berbagai pikiran melintas dalam benak.

Apakah dua baik-baik saja di jakan? Sudah sampai manakah perjalannya? Mengapa dia lama sekali? Apalah artinya catering dan segala persiapan yang beres tanpa kehadiran si calon suami? Apakah pernikhanku terancam batal?
Stop! Tidak perlu panik, dia akan segera datang dan rindumu bisa terobati.

Leave a Comment